Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok angkat berbicara mengenai sinyal kenaikan harga pertalite dan gas elpiji 3 kilogram. Sebelumnya, sinyal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Tentunya pertanyaan Ahok ini semakin membuat masyarakat bertanya-tanya. Apalagi, sinyal kenaikan harga pertalite dan gas elpiji 3 kilogram yang dilontarkan Luhut itu belum jelas kapan akan direalisasikan.
Apalagi, masyarakat juga masih dihadapkan dengan sejumlah kenaikan harga barang, mulai dari harga pertamax, tarif PPN dan kenaikan lainnya.
Pengamat energi, Komaidi Notonegoro mengatakan, pemerintah harus ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan mengenai kenaikan harga. Ia mengingatkan agar jangan melakukan sejumlah kenaikan harga dalam waktu berdekatan.
Terlebih, kondisi perekonomian rakyat saat ini sedang tidak baik akibat pandemi virus corona. Karena itu, ia menyarankan agar momentum kenaikan harga bisa diatur dengan baik.
"Momentumnya harus diatur. Kan pertamax sudah naik, alangkah baiknya dilihat lagi kondisi dan ekonomi masyarakat seperti apa," saran Komaidi.
Lebih lanjut, Komaidi menjelaskan fakta di lapangan memang menunjukkan bahwa harga minyak dunia meningkat tinggi. Begitu pula dengan minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP).
VO/ Video Editor: Oxta / Galih Fajar