JAKARTA, KOMPAS.TV - KOMPAS.TV - Di tengah hiruk-pikuk jalanan Jakarta, sirine polisi dan teriakan massa demo bercampur menjadi satu pada Kamis (28/8/2025) malam itu.
Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol, tak pernah menyangka langkah kecil mencari nafkah akan berakhir di sana.
Sebuah mobil rantis polisi melaju kencang hingga menabrak tubuhnya, tanpa memberikan kesempatan terakhir untuk berpamitan.
Mobil rantis tersebut kabur melarikan diri dari tanggung jawab. Sementara Affan harus kehilangan nyawa dari kekacauan yang bukan salahnya.
Affan Kurniawan menjadi salah satu korban dari tindakan sewenang-wenangnya polisi dalam mengawal massa aksi. Kejadian ini seharusnya bisa diredam jika pimpinan DPR dan pemerintah meninjau ulang tunjangan fantastis anggota DPR RI.
Hingga kini, belum terdengar tanggapan dari tuntutan yang disuarakan tentang pencabutan tunjangan fantastis.
Di setiap kebijakan, setiap kekerasan, selalu ada rakyat kecil yang menanggung akibatnya.
Baca Juga Penampakan Ricuh Unjuk Rasa di Polda Metro Jaya saat Hujan Turun | BERUT di https://www.kompas.tv/nasional/614486/penampakan-ricuh-unjuk-rasa-di-polda-metro-jaya-saat-hujan-turun-berut
#dpr #affankurniawan #ojol
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/614490/duka-kematian-affan-kurniawan-ditabrak-mobil-rantis-akan-dibayar-tunjangan-fantastis-dpr-dicabut